Beritalain.id — Sejarawan sekaligus budayawan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Dato' Akhmad Elvian, DPMP, CECH, soroti logo dan tema pada peringatan Hari Jadi ke-269 Kota Pangkalpinang. Menurutnya, logo yang digunakan tidak menggambarkan kearifan lokal budaya Pangkalpinang itu sendiri.
Elvian menegaskan, baik tema maupun logo HUT tersebut tidak terlihat dan tidak terdengar penjelasannya dalam sambutan Wali Kota maupun Pimpinan DPRD. Padahal, momen perayaan seharusnya menggelorakan makna dan semangat yang terkandung di balik identitas tersebut.
"Kalau di beberapa daerah, hampir semua disayembarakan supaya ada partisipasi masyarakat dan rasa memiliki. Jangan sampai ketika diuji ke publik, tidak ada satupun yang bertanggung jawab terhadap apa logo itu," tegas Elvian.
Ia mengingatkan bahwa logo adalah identitas yang seharusnya mampu membangkitkan emosi dan rasa bangga masyarakat, serta mengandung nilai filosofis yang mendalam. Di sinilah letak kekhawatirannya jika pembuatan hanya diserahkan kepada kecerdasan buatan atau Artificial Intelijen (AI) tanpa pemikiran mendalam dari pihak yang memahami budaya lokal.
"Jangan menyuruh AI yang membuatnya, karena mereka tidak paham budaya, tidak paham kearifan lokal. Seharusnya kita yang melakukan pemikiran dulu, kemudian AI hanya membantu. Jika tidak, emosi orang tidak akan muncul saat melihat logo itu karena kurang menggambarkan kearifan lokal kita," cetus Elvian.
Elvian berharap ke depannya, perancangan identitas hari jadi melibatkan partisipasi luas masyarakat, diumumkan secara terbuka, dan dipimpin oleh pemikiran warga yang memahami jati diri Pangkalpinang, bukan sekadar hasil olahan AI.
Beranda
Post
Logo HUT Pangkalpinang Dibuat Pakai AI, A. Elvian: Tidak Menampilkan Kearifan Lokal Budaya
Logo HUT Pangkalpinang Dibuat Pakai AI, A. Elvian: Tidak Menampilkan Kearifan Lokal Budaya
18 September 2026 0 Komentar
Dipost Oleh Ara
Selamat membaca di situs kami.

